BERANDA|HOME
Saturday August 17, 2019
Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

 

Majalah KOTA KITA Edisi XXVI Juli 2019 dapat diunduh/donwload di Library atau apeksi.xyz/kotakita atau klik pada gambar. 

JAKARTA. APEKSI berkolaborasi dengan UCLG-ASPAC dengan dukungan dari Uni Eropa beserta Tanoto Foundation, Bappenas, KPPOD, IAP2, PT Sarana Multi Infrastruktur dan Filantropi Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Nasional II dengan tema, "Penguatan Peran Pemerintah Daerah pada Implementasi TPB" tanggal 24-25 Juli 2019 di Hotel Ashey Jakarta.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan-sambutan, antara lain: Direktur Eksekutif APEKSi, Tanoto Foundation, Bappenas dan Uni Eropa.

Tujuan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan dua hari ini, antara lain untuk peningkatan kapasitas bagi Pemerintah Daerah, berbagi pengetahuan, diskusi dan inovasi. 

Topik yang dibahas pada Pelatihan Nasional tahun kedua ini adalah seputar: perencanaan pemerintah daerah dan TPB, mempromosikan kemitraan multipihak untuk mencapai TPB-Studi kasus melokalkan TPB di provinsi Riau dan sustainable palm oil initiative, mengarusutamakan pendidikan berkualitas tinggi dalam perencanaan pemerintah daerah, pelatihan tagging anggaran hijau, SDGs 1 dan alternatif pembiayaan daerah untuk pencapaian SDGs, studi kasus pembiayaan alternative untuk TPB dan pelatihan studi kasus untuk TPB.

Materi pelatihan dapat diunduh/download di Library atau https://apeksi.xyz/sdgs-training2 atau https://localisesdgs-indonesia.org.

 

 

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan predikat "smart city" atau kota pintar sebenarnya mencerminkan kepala daerahnya yang cerdas karena dapat menerapkan teknologi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

"Sebenarnya bukan kotanya yang cerdas, tapi wali kotanya atau bupatinya yang cerdas; karena peralatan teknologi dapat dibeli tapi tidak semuanya bisa memakai. Hanya wali kota atau bupati yang cerdas dapat menggunakan itu dengan kecerdasan dan kemauannya," kata Wapres Jusuf Kalla dalam pembukaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat.

Menurut Jusuf Kalla, masalah yang dihadapi masyarakat di kabupaten-kota seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah dan murah di tengah kemajuan teknologi.

Inovasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut diperlukan agar masalah sampah, banjir, kemacetan, dan kekumuhan dapat diatasi di seluruh daerah. Apalagi saat ini semakin banyak masyarakat di daerah sudah dapat menggunakan telepon pintar, sehingga itu dapat memudahkan sebuah daerah menjadi "smart city".

"Namun, semuanya tergantung kepada kecerdasan wali kota dan bupati. Mau punya atau mau beli macam-macam atau operasional macam-macam, tapi kalau bupati atau wali kotanya tidak cerdas memakainya, maka akan sulit," katanya.

Riset dan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) diinisiasi oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Institut Teknologi Bandung (ITB), Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), dan Metro TV untuk mengetahui pengembangan kota di Indonesia dalam menghadapi transformasi digital di era industri 4.0.

Dalam pembukaan acara tersebut turut hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, Ketua Apeksi sekaligus Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sumber: antaranews.com

JAKARTA. APEKSI menyelenggakan seminar dengan tema “Kebijakan Strategis Daerah Dalam Mewujudkan Kota Bersih dari Sampah Plastik”, di Jakarta Intertational Expo - Kemayoran Jakarta sebagai rangkaian 2019 EXPO CLEAN & LAUNDRY dari PT Media Artha Sentosa.

Kegiatan diawali dengan Laporan dari Direktur Eksekutif dan sambutan serta pembukaan oleh Wakil Walikota Cirebon.

Tujuan kegiatan:

  • Memperoleh penjelasan strategi kebijakan nasional tentang pengelolaan sampah plastik;
  • Menentukan strategi yang tepat untuk diterapkan dalam mengatasi masalah penggunaan kantong plastik;
  • Menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menjalankan strategi sampah plastik;
  • Menganalisis strategi Pemerintah dalam mengatasi permasalah sampah plastik.

Narasumber yang dimoderatori Manajer Kerja Sama Antar Daerah, antara lain dari:

  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
  • Pemerintah Kota Bogor;
  • Asosiasi Industri Olefin, Aromatik & Plastik Indonesia (INAPLAS);

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Walikota Tegal dan perwakilan dari 22 pemerintah kota anggota APEKSI.

Dokumen terkait seminar ini dapat diunduh/download di Library atau apeksi.xyz/plastik2019.

Rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional XIV APEKSI 2019 telah usai dengan ditutupnya Indonesia City Expo 2019 hari Sabtu tanggal 6 Juli 2019 oleh Wakil Walikota Semarang dan hasil kegiatan Rakernas dan Expo, antara lain:

Tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional XV APEKSI dan Indonesia City Expo Ke-18 Tahun 2020 adalah Kota Tangerang Selatan.

Pemenang Stand Indonesia City Expo 2019 terbaik

Juara:

  • Juara 1: Semarang
  • Juara 2: Tangerang Selatan
  • Juara 3: Palembang

Juara Harapan:

  • Harapan 1: Makassar
  • Harapan 2: Surakarta
  • Harapan 3: Bogor

Dokumen terkait kegiatan ini seperti Rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat dan Program Kerja APEKSI 2020 dapat diunduh/download di Library atau apeksi.xyz/rakernasice2019.

SEMARANG. Kegiatan Rakernas XIV APEKSI 2019 hari ke-2 diawali dengan penanaman pohon khas daerah di Hutan Wisata Tinjomoyo.

Rapat dilanjutkan dengan Sidang-Sidang Pleno, antara lain: 

  • Pleno I dipimpin Ketua: Walikota Semarang dan Sekretaris: Direktur Eksekutif untuk Pengesahan Jadwal Acara dan Tata Tertib Persidangan, Pemilihan Pimpinan Sidang Pleno dan Serah Terima Pimpinan Sidang Pleno;
  • Pleno II dipimpin Ketua: Walikota Gorontalo, Wakil Ketua (dari seluruh Ketua Komwil): Walikota Pekanbaru, Walikota Lubuklinggau, Walikota Yogyakarta, Walikota Batu, Walikota Tarakan (Wakil Ketua I Komwil V) dan Walikota Ambon;
  • Pleno III penyampaian kegiatan Komwil I-IV, program kerja dan rekomendasi;
  • Sidang Pleno III atau Sidang Kelompok: (1) Kelompok A: Membahas Program Kerja APEKSI Tahun 2020 dan Kelompok B: Membahas Rekomendasi Rakernas APEKSI Tahun 2019;

Setelah istirahat dilanjutkan dengan Sidang Pleno IV: Laporan Hasil Sidang Kelompok dan Pengesahan Hasil Sidang Kelompok: Program Kerja APEKSI 2020 dan Rekomendasi Rakernas XIV APEKSI 2019, Paparan Wakil Walikota Tangerang Selatan menyampaikan kesiapan Penyelenggara Munas VI & Indonesia City Expo ke-18 Tahun 2020 dan Penetapan Kota Tangerang Selatan sebagai Kota Tempat Penyelenggaraan Munas VI dan ICE 2020;

Penutupan, Rakernas XIV APEKSI Tahun 2019 ditutup dengan rangkaian kegiatan: Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu Hymne APEKSI diiringi Paduan Suara UNDIP, Pembacaan Hasil Rakernas XIV APEKSI oleh Walikota Gorontalo selaku Ketua Sidang Pleno, Sambutan Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus menutup secara resmi Rakernas XIV APEKSI Tahun 2019 dan Pembacaan Do’a oleh Kepala Kemenag Pemerintah Kota Semarang.

Merdeka.com, Semarang - Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) 2019 resmi dibuka oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, Rabu (3/7). Bertempat di Hotel Po, Kota Semarang, hadir 92 delegasi pemerintah kota di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut.

Selain Mendagri dan para wali kota anggota Apeksi, hadir pula Menteri PAN-RB Syafruddin, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, serta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pada Rakernas yang diselenggarakan oleh Apeksi untuk ke-14 kalinya itu, dilakukan sejumlah diskusi panel mengangkat berbagai tema.

Strategi dana transfer daerah untuk mendukung profesionalitas dan kemandirian keuangan daerah, menjadi salah satu topik diskusi yang diangkat.

Tak hanya itu, kegiatan inti Rakernas Apeksi juga membahas tentang dana kelurahan untuk penguatan pemerintah daerah, serta solusi penyelesaian tenaga K-2 untuk mendukung profesionalitas di daerah.

Sebagai tuan rumah penyelenggara, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sendiri kembali menegaskan pentingnya Rakernas Apeksi 2019 sebagai momentum penguatan persatuan Indonesia.

"Semua yang hadir merupakan representasi Indonesia saat ini, khususnya masyarakat di perkotaan. Sehingga, apa yang akan disepakati bersama hari ini rasanya akan menjadi penting," ujar pria yang juga akrab disapa Hendi itu.

Hendi pun meyakini bahwa Apeksi ini akan menjadi pemicu bagi seluruh stakeholder di Indonesia, untuk bisa lebih optimistis dalam pembangunan Indonesia maju.

Ketua Apeksi, Airin Rachmi Diany dalam laporannya juga menegaskan bahwa seluruh anggota Apeksi telah sepakat untuk maju bersama.

"Presiden menyampaikan dalam G-20, no one left behind, kami pun juga sudah sepakat secara bersama-sama. Mari kita maju bersama, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah kita masing-masing," kata dia.

Pesan yang ingin disampaikan oleh Hendi dan Airin ditegaskan pula oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dia bahkan menyebutkan jika wali kota mempunyai tugas untuk melakukan pendinginan di daerahnya masing-masing pasca pilpres dan pileg lalu.

"Bendera start-nya di sini. Pilihan kemarin sudah selesai, Pak Jokowi, Kiai Haji Ma'ruf Amin sebelum berangkat ke G-20 sudah menyampaikan dengan sangat bagus, kami adalah Presiden dan Wakil Presiden untuk seluruh masyarakat Indonesia. Nah ini adem," ucap Ganjar.

Di sisi lain, Menteri PAN-RB Syafruddin dalam sambutannya menyebut Rakernas Apeksi di Kota Semarang sebagai momentum yang tepat untuk mendinginkan kondisi pasca pilpres.

"Kemarin saya rapat khusus dipanggil ke istana untuk membahas tentang bagaimana meng-cooling-down seluruh aparat negara, untuk kembali bekerja bersama-sama. Hari ini sudah tidak ada lagi hiruk pikuk, apalagi ngerumpi tentang kontestasi politik," ujarnya.

Sumber: semarang.merdeka.com

Semarang, InfoPublik - Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ke XIV diselenggarakan di Ballroom Hotel Po, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (3/7/2019) pagi. Rakernas yang diikuti oleh 98 Walikota se-Indonesia anggota Apeksi ini dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dengan menghadiri narasumber Menteri PAN-RB Syafruddin dan Menteri Keuangan yang diwakili Wakil Menkeu Mardiasmo.

Uniknya, dalam pelaksanaan Rakernas ini ada salah satu kepala daerah yang menarik perhatian banyak orang. Ia adalah Walikota Bengkulu Helmi Hasan. Perhatian tertuju padanya sejak Welcome Dinner Peserta Apeksi Selasa (2/7/2019) malam di The Renaissance, Jalan Bukit Panorama Jangli, Kota Semarang.

Dengan gaya yang khas menggunakan peci putih dan berjenggot lebat, tongkat yang biasa ia bawa dalam berdakwah di Bengkulu menarik perhatian para kepala daerah di Ballroom Hotel Po Semarang. Beberapa Walikota yang tergabung dalam Komsariat Wilayah (Komwil) II (Sumbagsel) yang duduk bersebelahan terlihat heran melihat Walikota Bengkulu.

Ternyata ke khasan Walikota Bengkulu Helmi Hasan ini juga menarik perhatian ratusan wartawan yang meliput Rakernas tersebut.

Seorang wartawan sempat mengira Walikota Bengkulu sedang mengalami gangguan kesehatan, ternyata setelah ditanya, wartawan mendapatkan jawaban mengejutkan.

"Pak Wali, mengapa menggunakan tongkat?" tanya seorang wartawan usai pembukaan Rakernas.

"Saat Rasulullah SAW berusia 40 tahun menggunakan tongkat, saat usia itu, Nabi Muhammad SAW masih gagah dan mampu berjalan tegap tanpa bantuan tongkat. Sunnah hukumnya bagi kita ketika memasuki usia 40 tahun untuk mulai memakai tongkat. Meskipun masih gagah," kata Walikota Bengkulu Helmi Hasan.

"Keinginan mengamalkan sunnah dilandasi pemahaman bahwa kita adalah insan yang banyak kekurangan dan penuh dosa, sehingga terpacu untuk melakukan amalan - amalan yang dapat menghindarkan kita dari azab api neraka nantinya. Dengan mengamalkan sunnah, maka sunnah tersebut yang akan menjaga kita," sambung Helmi Hasan.

Walikota agamais ini juga menjelaskan, bahwa di Kota Bengkulu memiliki program Bengkulu Religius, program ini salah satunya mengajak memakmurkan rumah ibadah.

"Mulai dari saya mengajak semua pejabat Pemkot Bengkulu memakmurkan rumah ibadah, pejabat mengajak para staf. Kepala Keluarga mengajak istri dan anak-anaknya. Saya yakin setiap umat yang memakmurkan rumah ibadah akan diturunkan berkah dari langit dan bumi oleh Allah SWT," paparnya.

Sebelumnya saat pembukaan Rakernas, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah kota harus menjadi contoh tentang tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik dengan pendekatan digital.

"Usia sebuah kota lambat laun akan semakin tua, tetapi wajah kota harus semakin muda. Karena itu, dibutuhkan kreativitas dan inovasi yang berbasis kearifan lokal setiap daerah. Dukungan infrastruktur yang telah bertumbuh pesat juga harus dimanfaatkan oleh seluruh pemerintah kota. (MC/nug)

19 TAHUN APEKSI

Berita & Artikel Kota Inklusif

AGENDA

SEMINAR KEBIJAKAN STRATEGIS NASIONAL DALAM MEWUJUDKAN KOTA BERSIH DARI SAMPAH PLASTIK

JIE - Kemayoran Jakarta, 11 Juli 2019

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x


 

Milis | Mailing List

Berlangganan milis kami | Subscribe to our mailing list
Please wait

Flag Counter

black shapes

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi 2018

Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile in English | Presentasi Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile Presentation in English

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan - Setiabudi
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 
apeksipeta

Mitra | Partners

yipdseparatorbnnseparatorbpomseparatorposindonesiaseparatorcimseparatorgizseparatoricleiseparatoricmaseparatormercycorps indonesiaseparatoruclg-ascpaseparatorunescoseparatorunisdrseparatorworldbankseparatoru pertaminaseparatortauseparatoriktiiseparatorantheusseparatorinmarkcommseparatorcitiasiaseparator

 

© 2000-2019 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities