BERANDA|HOME
Saturday August 17, 2019
Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

TOMOHON. Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri acara pelepasan Tournament of Flower, Tomohon International Flower Festival 2019, Kamis (8/8). Pelepasan yang dilakukan di jalan Babe Palar itu diiringi Tari Kabasaran atau tari perang tradisional Minahasa.

Dalam event ini, diluncurkan varietas bunga Iriana Tomohon yang dinilai Menpar Arief mampu menarik perhatian wisatawan.

"Saya ingin mengabarkan hal-hal baik saja. Pertama, saya ucapkan selamat karena, TIFF 2019 sudah menjadi trending topic. Yang artinya perhatian masyarakat terpusat ke Tomohon. Sekali lagi selamat," katanya.

Ditambahkannya, TIFF masuk dalam 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata. Berdasarkan laporan Tim Kurator Kemenpar, TIFF dipastikan kembali masuk dalam Calendar of Event 2020.

"Berarti tinggal selangkah lagi buat TIFF untuk masuk dalam Top 10 Wonderful Event. Kalau buat saya sangat layak karena event ini sustain dan selalu ramai, serta TIFF adalah festival karnaval bunga terbaik nasional," tutur Menpar.

Sementara Walikota Tomohon Jimmy Feidi Eman menegaskan jika Pemkot Tomohon telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector.

"Pariwisata dijadikan leading sector karena Tomohon memiliki banyak destinasi. Punya kebudayaan yang bisa ditampillkan. Dan banyak kunjungan wisatawan. Kami makin semangat membangun," katanya.

Bupati Jimmy Eman tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang telah mendukung event. Juga atas kesediaaan Mempar untuk hadir. Ia berhaarap TIFF memiliki multiplier effect buat ekonomi kreatif. "Kami juga berharap event ini tetap didukung, sehingga kami bisa mendatangkan wisman," harapnya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan Tomohon International Flower Festival sangat semarak.

"TIFF adalah event yang sangat ditunggu di Sulawesi Utara. Bahkan juga nasional karena value event ini sangat luar biasa. Levelnya inernasional hanya bisa disaingi festival bunga di Pasadena, Amerika," kata Rizki, diamini Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh Ricky Fauziyani.

Sementara Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty, mengatakan agenda di TiFF 2019 sangat padat.

"Rangkaian acaranya sangat banyak. Namun puncak kegiatan ini adalah Tournament of Flower karena banyak peserta mancanegara yang berpartisipasi. Makanya segera ke Tomohon," ajak Esthy.

Sumber: Liputan6.com

BAKU – Inovasi pelayanan publik dari Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Setelah sistem Early Diagnosis and Treatment (EDAT) dari Kab. Teluk Bintuni menjuarai United Nations Public Service Award (UNPSA) 2018, kini inovasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Inovasi BNPB yang diberi nama PetaBencana.id, berhasil meraih juara pertama dalam kategori Memastikan Pendekatan Terintegrasi dalam Lembaga Sektor Publik pada UNPSA 2019 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menerima piala dan piagam dengan didampingi Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa serta perwakilan dari BNPB, Sestama BNPB Dody Ruswandi dan inovator Yayasan PetaBencana.id Mahardika Fatmastuti. Penyerahan penghargaan dilakukan di Heydar Aliyev Center, Baku, Azerbaijan, Senin (24/06).

“Selamat atas penghargaan yang telah diperoleh BNPB, semoga inovasi ini dapat terus dikembangkan dan berguna bagi masyarakat Indonesia,” ujar Menteri Syafruddin usai acara.

Penghargaan ini adalah bukti nyata, bahwa Bangsa Indonesia semakin responsif terhadap kemajuan pelayanan publik. Dengan adanya penghargaan ini, Indonesia semakin dikenal oleh bangsa lain melalui UNPSA.

Keikutsertaan inovasi dari Indonesia dalam UNPSA sudah sejak tahun 2014 lalu, dengan menghadirkan lima inovasi menjadi finalis. Pada tahun 2015, ada dua runner up dan tiga finalis dalam UNPSA. Tiga tahun kemudian, yakni tahun 2018, Sistem EDAT menjuarai ajang bergengsi tersebut. Pada 2019, satu inovasi dari Indonesia ciptaan BNPB kembali menjuarai UNPSA. “Ini menjadi momentum supaya Indonesia semakin dihargai di dunia,” imbuhnya.

PetaBencana.id merupakan sebuah platform gratis berbasis website yang menghasilkan visualisasi spasial dari informasi bencana secara real time. Platform ini memanfaatkan penggunaan media sosial dan pesan instan selama kejadian bencana untuk mengumpulkan dan menyaring kondisi terkini yang terkonfirmasi dari penduduk di lokasi sekitar kejadian.

Platform yang sebelumnya bernama PetaJakarta.org, dikembangkan BNPB bersama Massachusetts Institute of Technology (MIT), USAID, Pacific Disaster Center (PDC), Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) dan BPBD DKI Jakarta. Saat terjadi banjir di Jakarta 2017 lalu, platform ini secara cepat dapat menghimpun data dan informasi banjir secara cepat dan realtime. Pada saat itu, ribuan masyarakat melaporkan banjir dan PetaBencana.id diakses lebih dari 500 ribu pengguna dalam waktu kurang dari 12 jam, sehingga dampak bencana terpetakan secara cepat.

Ketika pola cuaca menjadi semakin tidak dapat diprediksi, kota-kota di Indonesia secara rutin dihadapkan pada tantangan peristiwa cuaca ekstrem. Kurangnya akses untuk informasi yang valid dan realtime menghasilkan kemampuan bagi BNPB untuk menciptakan inovasi yang berfungsi untuk memetakan daerah bencana serta memperkirakan konflik yang akan timbul.

Dengan memberikan informasi bencana yang valid, memungkinkan masyarakat untuk menyelamatkan diri dan membagikan informasi tersebut. PetaBencana.id memanfaatkan semua penduduk, untuk berpartisipasi dalam platform ini melalui media sosial dan pesan instan. Kekuatan media sosial ini dimanfaatkan untuk mendapat laporan kejadian bencana secara cepat. Sesuai azas dan prinsipnya, penanggulangan bencana harus dilakukan secara cepat dan tepat.

Platform ini dirancang untuk beroperasi bersama dengan platform lain yang telah ada, seperti aplikasi perpesanan, media sosial, dan pesan singkat. Inovasi ini ditujukan bagi masyarakat umum, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan masyakarat dengan akses sarana yang terbatas. Sejak diluncurkan pada Desember 2015, PetaBencana.id telah diakses 737.102 kali oleh 361.478 pengguna.

Sebelum diusulkan ke UNPSA, Kementerian PANRB menggelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dan terus melakukan pendampingan. Inovasi PetaBencana.id ikut serta dalam KIPP tahun 2017 dan berhasil masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Dalam kategori yang sama pada UNPSA 2019, Argentina juga menjadi juara untuk kawasan Amerika Latin, dan Karibia. Argentina juara dengan inovasinya yang bernama Model Bisnis Sosial, Sinergi, dan Berkelanjutan. Untuk kawasan Eropa Barat dalam kategori yang sama, Portugal menjadi juara dengan inovasi berjudul Pusat Dukungan Nasional untuk Integrasi Migran.

Anugerah ini adalah pengakuan internasional paling prestisius atas keunggulan dalam inovasi pelayanan publik. Ini merupakan penghargaan prestasi kreatif dan kontribusi lembaga layanan publik yang mengarah pada administrasi publik yang lebih efektif dan responsif di negara-negara di seluruh dunia. Melalui kompetisi tahunan, UNPSA mempromosikan peran, profesionalisme, dan visibilitas layanan publik. (don/HUMAS MENPANRB)

Sumber: SIARAN PERS KEMENTERIAN PANRB 24 JUNI 2019 - 279/HUMAS-MENPANRB/2019

JAKARTA. Pertemuan Delegasi Federación Colombiana de Municipios (FCM) atau Asosiasi Pemerintah Daerah Kolombia dengan APEKSI diselenggarakan di Kedutaan Besar Kolombia Jakarta.

Dari APEKSI hadir Ketua, Wakil Ketua (Walikota Jambi), Pengawas (Walikota Binjai) dan Ketua Komwil IV (Walikota Batu) dan Perwakilan dari Pemerintah Kota Ambon.

Kegiatan diawali dengan sambutan perkenalan dari Duta Besar Kolombia Untuk Indonesia, dilanjutkan dengan paparan, diskusi dan tanya jawab. Paparan APEKSI disampaikan oleh Ketua dan dari Perwakilan FCM. 

Delegasi FCM terdiri 27 Walikota dari Kolombia dan 3 Pendamping. FCM sangat ingin membangun kerjasama dengan APEKSI, untuk saling berbagi pengalaman dengan kota-kota di Indonesia.

TANGERANG. APEKSI berkolaborasi dengan Citiasia Inc. melalui lini strategis Citiasia Center for Smart Nation (CCSN) berkomitmen untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia Smart Nation melalui pembangunan Smart Region (City, Regency, Province) di Indonesia, untuk membantu pemerintah daerah dalam usaha mendorong implementasi smart city dan kinerja daerah menuju Smart Region dengan dukungan dari Debindo ITE menyelenggarakan Asia Mayors Forum 2019 tanggal 21 Maret 2019 di ICE BSD City.

Agenda Asia Mayors Forum diisi oleh sesi diskusi tentang arah kebijakan dan regulasi di bidang tata kelola perkotaan, pengalaman dan keterlibatan multi pihak dalam perencanaan dan pengembangan Smart City di kancah international dan Indonesia, serta dampak dan kesempatan yang lahir di era revolusi industri 4.0.Rangkaian pembukaan: Pertunjukan kesenian Tari Rampak Beduk, Sambutan pembukaan oleh Ketua APEKSI, Airin Rachmi Diany (Walikota Tengerang Selatan) dan Pidato serta paparan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo dan Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Samuel Abrijani Pangerapan.Paparan perkembangan Smart City di Indonesia dan dunia disampaikan CEO Citiasia, Farid Subkhan dan memperkenalkan Bonceng. CEO Bonceng, Faiz Noufal memberikan penjelasannya. Dilanjukan dengan penandatangan kerjasama antara Bonceng dengan beberapa Pemerintah Daerah. 

Diskusi panel dimoderatori COO Citiasia, Hari Kusdaryanto dengan pembicara: Rudyanto Azhar (Director of Iskandar Regional evelopment Authority, Malaysia), Benjamin Giles (Queensland Trade and Investment Commissioner, Australia), Tim Lin (Advisor, Ministry of Economic Affairs - Taiwan), Dadi Budaeri (Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Tangerang mewakili Walikota Tangerang), Fadly Amran (Walikota Padang Panjang. Pembahas: Bambang Dwi Anggono (Direktur e-Government Kementerian Komunikasi dan Informasi), Farid Subkhan (CEO Citiasia Inc) dan Ridwan Sutriadi (Kepala Perencanaan Wilayah dan Kota - Institut Teknologi Bandung). Acara yang juga didukung oleh Bonceng dan Katadata mempertemukan pemimpin, pembuat kebijakan, perguruan tinggi, serta pelaku Industri di bidang smart city dan dihadiri oleh berbagai kalangan baik dari sektor pemerintah, pelaku bisnis, asosiasi industri, maupun praktisi smart city dan ICT.

Materi dan foto-foto kegiatan AMF dapat diakses di Library atau http://apeksi.xyz/amf2019

Sehubungan ASIA MAYORS FORUM ada dalam rangkaian kegiatan IndoBuildTech, peserta diharapkan registrasi lebih dahulu melalui link http://www.indobuildtech.com/For-Visitors/Get-your-e-Badge.

JAKARTA. Australian Trade and Investment Commissions (Austrade) Jakarta berkolaborasi dengan APEKSI menyelenggarakan Indonesia-Australia Smart City Forum tanggal 4 Maret 2019 di Kedutaan Australia Jakarta.

Sambutan-sambutan pembukaan: Chris Bandy - Trade Commissioner Austrade Jakarta, Stephanie Faley - CEO Austrade, Senator the Hon Simon Birmingham - Australian Minister for Trade, Tourism & Investment atau Menteri Perdagangan, Turis dan Investasi Australia, Adam Beck - Smart City Council Australia & New Zealand atau Dewan Smart City Australia & Selandia Baru dan Airin Rachmi Diany - Ketua Dewan Pengurus APEKSI. 

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari ASEAN MISSION 2019 yang terdiri dari para pebisnis smart city Australia dan dari Pemerintah Kota: Syarif Fasha - Walikota Jambi dan Walikota Yogyakarta yang diwakili Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Yogyakarta.

Hadir dalam kegiatan ini Gary Quinlan - Duta Besar Australia untuk Indonesia, Walikota dan Wakil Walikota atau yang mewakili dari 22 pemerintah kota serta perusahaan-perusahaan bidang Teknologi Informasi di Indonesia.

Dokumen terkait kegiatan ini dapat diunduh/download di Library.

apeksi professionalfellows

Pengisian aplikasi online https://www.surveymonkey.com/ r/spring19_YSEALI_ICMA atau http://apeksi.xyz/spring19

SURABAYA. APEKSI bekerjasama dengan Raoul Wallenberg Institute (RWI) dan UCLG-ASPAC menyelenggarakan Seminar Internasional - Kota-Kota HAM & TPB atau Intertenational Seminar Human Rights & Sustainable Development Goals, kegiatan ini merupakan rangkaian dari Kongres ke-7 UCLG-ASPAC pada tanggal 14 September 2018 di Hotel Crown, Surabaya.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari RWI, UCLG-ASPAC dan Walikota Ternate yang mewakili Ketua Dewan Pengurus APEKSI selaku Wakil Ketua sekaligus membuka.

Narasumber: RWI, Walikota Palu, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Pemerintah Kabupaten Brojonegoro, DPR-RI, INFID dan Kota Metropolitan Gwangju.

Materi terkait dapat diunduh/download di Library atau apeksi.xyz/rwihrc2018.

 

 

 

19 TAHUN APEKSI

Berita & Artikel Kota Inklusif

AGENDA

SEMINAR KEBIJAKAN STRATEGIS NASIONAL DALAM MEWUJUDKAN KOTA BERSIH DARI SAMPAH PLASTIK

JIE - Kemayoran Jakarta, 11 Juli 2019

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x


 

Milis | Mailing List

Berlangganan milis kami | Subscribe to our mailing list
Please wait

Flag Counter

black shapes

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi 2018

Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile in English | Presentasi Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile Presentation in English

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan - Setiabudi
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 
apeksipeta

Mitra | Partners

yipdseparatorbnnseparatorbpomseparatorposindonesiaseparatorcimseparatorgizseparatoricleiseparatoricmaseparatormercycorps indonesiaseparatoruclg-ascpaseparatorunescoseparatorunisdrseparatorworldbankseparatoru pertaminaseparatortauseparatoriktiiseparatorantheusseparatorinmarkcommseparatorcitiasiaseparator

 

© 2000-2019 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities