Berita & Artikel | News & Articles
Monday May 27, 2019

menuju kota inklusif

PEMERINTAH Kota Yogyakarta bertekad untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota inklusi.

“Saya berharap semua pihak bisa mengawal upaya untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota inklusi yang artinya tidak ada diskriminasi, tidak ada yang dibeda-bedakan. Semua fasilitas bisa dimanfaatkan bersama-sama,” kata Pelaksana Tugas Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo di Yogyakarta.

Lebih lanjut Sulistiyo mengemukakan harus diakui penyandang disabilitas sebenarnya memiliki potensi yang sama, sehingga perlu ruang yang memadai untuk pengembangan potensi mereka. “Agar mereka juga bisa aktif dalam berbagai bidang pembangunan,” katanya lagi.

Sulistiyo mengatakan bahwa keberadaan Peraturan Daerah DIY Nomor 4 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dapat menjadi dasar dalam upaya mewujudkan Yogyakarta sebagai kota inklusi.

"DPRD Kota Yogyakarta juga sedang berupaya mewujudkan Perda tentang Penyandang Disabilitas. Harapannya bisa saling mendukung," katanya.

Saat ini, lanjut Sulistiyo, bidang pendidikan sudah mampu menerapkan konsep inklusi. Namun, tidak demikian dengan sejumlah bidang lain masih belum bisa menerapkan konsep inklusi secara maksimal.

"Misalnya, untuk mewujudkan gedung yang ramah disabilitas atau akses transportasi ramah disabilitas perlu kerja keras. Dalam waktu 10 tahun, sejak Perda DIY berlaku, seluruh gedung dan fasilitas publik lain harus ramah disabilitas," katanya.

Sementara itu, Deputy Project Manager Handicap Indonesia Dewi Kurniawati mengatakan bahwa lembaga nirlaba tersebut sudah melakukan pendampingan kepada penyandang disabilitas dan kaum marginal di tiga kelurahan di Kota Yogyakarta, yaitu Cokrodiningratan, Baciro, dan Kadipaten.

"Di tiga kelurahan itu, kami terus mendorong masyarakat untuk bisa berperan aktif dalam perencanaan pembangunan. Target terdekat adalah hasil musyawarah perencanaan pembangunan pada tahun 2017 sudah berwawasan disabilitas," katanya.

Menyinggung keberadaan fasilitas atau akses publik bagi penyandang disabilitas, Dewi mengatakan bahwa Kota Yogyakarta sudah lebih baik
daripada kota-kota lain di Indonesia dalam memberikan akses publik kepada penyandang disabilitas.(OL-5)

Sumber: mediaindonesia.com

19 TAHUN APEKSI

RAKERNAS & ICE 2019

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV dan Indonesia City Expo (ICE) ke-17 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Tahun 2019 akan diselenggarakan di Kota Semarang

  • Lauching ICE tanggal 29 Maret 2019
  • Rakernas tanggal 2-5 Juli 2019 
  • ICE tanggal 3-7 Juli 2019

semarang rakernas 2019

inmarkcomm

PT Integrated Marketing Communication selaku Event Organizer/Penyelenggara untuk Kegiatan Indonesia City Expo 2019 di Kota Semarang.

  • Contact Person:
  • Heru 081287515155
  • Basri 085211238853
  • Gatut 08129280761
  • Hardini 08158811999

COUNTDOWN TO RAKERNAS & ICE 2019

black shapes

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi 2018

Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile in English | Presentasi Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile Presentation in English

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan - Setiabudi
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 
apeksipeta

Mitra | Partners

yipdseparatorbnnseparatorbpomseparatorposindonesiaseparatorcimseparatorgizseparatoricleiseparatoricmaseparatormercycorps indonesiaseparatoruclg-ascpaseparatorunescoseparatorunisdrseparatorworldbankseparatoru pertaminaseparatortauseparatoriktiiseparatorantheusseparatorinmarkcommseparatorcitiasiaseparator

 

© 2000-2019 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities