Berita & Artikel | News & Articles
Saturday September 21, 2019

menuju kota inklusif

Ambon: Memenuhi kualifikasi sebagai kota inklusif, Pemerintah Kota Ambon akan menyiapkan fasilitas pendukung bagi para penyandang disabilitas.

Hal ini disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, kepada wartawan, di Ambon, Jumat (28/4).

Menurutnya, usai ditetapkan sebagai kota inklusif, maka Pemkot Ambon akan melakuka evaluasi seluruh program dan penerapan fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas.

”Penetapan kota inklusif ditindaklanjuti dengan penyiapan fasilitas penunjang pelayanan publik bagi penyandang disabilitas yang melakukan pengurusan perizinan maupun pembayaran pajak dan retribusi di balai kota,” ujarnya.

Evaluasi dan penerapan akan dimulai dari Balai Kota Ambon, yakni untuk fasilitas pelayanan publik seluruhnya terpusat di lantai satu, dilengkapi dengan lift maupun jalur khusus.

”Pemerintah memiliki kewajiban menyediakan sarana dan prasarana serta infrastruktur. Karena itu kami berupaya menyiapkan 20 persen fasilitas untuk kaum disabilitas di balai kota Ambon agar mereka dapat melakukan aktifitas layanan publik,” jelasnya.

Mendukung program kota inklusif, tegasnya, berbagai upaya dilakukan yakni menerapkan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, serta penyiapan sarana dan prasarana penunjang.

”Pendidikan inklusif bukan hanya untuk penyandang disabilitas tetapi juga siswa berbakat istimewa, khusus, serta anak yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata,” tegasnya.

Untuk sarana dan prasarana kota inklusif, terangnya, sudah mulai diterapkan di Ambon dengan dukungan dari pemerintah pusat, dan telah dilaksanakan sejak tahun 2014.

Selain itu, timpalnya, pihaknya juga telah melakukan pelatihan bagi guru pendamping khusus (GPK) di sekolah formal untuk melayani siswa disabilitas.

”Upaya ini telah berjalan sejak tahun 2013, penerapannya dimulai di SMAN 5 dan SMAN 3 serta SMPN 19. Semua ini dimulai dengan dana rangsangan dan kami berharap seluruh sekolah memiliki motivasi untuk menjalankan kota inklusif,” imbuhnya.

Agar penyandang disabilitas dapat menikmati pendidikan yang sama dengan siswa normal, tambahnya, maka pada sekolah formal seluruh tingkatan mulai diterapkan pendidikan inklusif.

”Kami memberikan kesempatan kepada anak-anak penyandang cacat yakni keterbatasan fisik dan mental untuk menikmati pendidikan di sekolah umum bersama anak normal lainnya,” pungkasnya.

Sumber: rayapos.com

black shapes

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi 2018

Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile in English | Presentasi Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile Presentation in English

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan - Setiabudi
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


 
 

  
 
apeksipeta

Mitra | Partners

yipdbnnbpomposindonesiacimgizicleiicmamercycorps indonesiauclg-ascpaunescounisdrworldbanku pertaminatauiktiiantheusinmarkcommcitiasia

 

© 2000-2019 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities