Berita & Artikel | News & Articles
Thursday November 14, 2019

menuju kota inklusif

Oleh: Sri Supadmi SPd
Guru SMPN I Kusan Hulu, Tanahbumbu

UUD Tahun 1945 pasal 31 ayat 1 menyatakan bahwa ‘Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan’ tak terkecuali bagi anak penyandang disabilitas, tidak memandang suku, ras, agama, warna kulit serta jenis kelamin. Tapi, kenyataan di lapangan, masih banyak kita jumpai anak berkebutuhan khusus (ABK) atau anak disabilitas tidak bisa sekolah.
Masih banyak sekolah tidak mau menerima mereka dengan berbagai alasan. Di antaranya anak berkebutuhan khusus sulit dididik, harus di bawa ke SLB, gurunya tidak mampu mendidik anak berkebutuhan khusus, tidak memiliki sarana prasarana yang bisa mendukung pendidikan anak berkebutuhan khusus dan kurikulum yang tidak sesuai dengan anak berkebutuhan khusus. Alasan lain yang sering mengemuka yaitu tidak bisa diterima oleh masyarakat bahkan oleh orang tuanya sendiri yang merasa malu memiliki anak tidak normal/penyandang disabilitas. Anaknya di sembunyikan di dalam rumah tidak diperbolehkan aktivitas di luar rumah.

Pemerintah sudah mencanangkan semua sekolah baik negeri maupun swasta wajib menyelenggarakan pendidikan khusus (PK) atau memberikan layanan khusus (LK) untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan cara pendidikan inklusif. Menurut Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009, pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik berkelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu langkah pendidikan secara bersama-sama peserta didik lainnya.
Prinsip pendidikan inklusif adalah ABK penting mendapat pembelajaran di sekolah reguler, penolakan anak ABK di sekolah reguler adalah melanggar hak dan hukum. Hal ini sangat sesuai dengan kurikulum 2013 tentang pembentukan karakter, sikap serta nilai-nilai, pendidikan, sosial, dan spiritual. Sekolah-sekolah umum harus siap dan terbuka untuk menerima dan mendidik anak-anak dengan kebutuhan khusus. Pendidik atau guru juga akan dibekali wawasan mengenai pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus.

Tiga hal yang perlu dilakukan untuk dapat meningkatkan pendidikan anak berkebutuhan khusus yaitu sistem guru (semua guru diharapkan dapat menerima dan dapat membimbing anak ABK serta memiliki pengetahuan dasar dalam membimbing anak ABK), mengembangkan P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga kependidikan). LPMP serta insentif sekolah yang mau menerima anak ABK. Sebab anak berkebutuhan khusus berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti halnya anak-anak yang tidak berkebutuhan khusus.

Negara juga menjamin tiap anak bangsa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, untuk menuntut ilmu di sekolah manapun agar dapat berkembang potensinya, bisa belajar mandiri, bisa berprestasi seperti anak yang lainnya. Setiap anak memiliki potensi dalam bidang masing-masing, ada yang berpotensi di bidang olah raga, bidang seni, keterampilan maupun ilmu pengetahuan.

Ada beberapa alasan mengapa pemerintah mewajibkan semua sekolah baik negeri / swasta untuk mau menerima ABK. Di antaranya pendidikan inklusif membuat siswa berkebutuhan khusus dapat berbaur langsung di masyarakat bersama teman–teman mereka yang tidak berkebutuhan khusus. Mereka dapat meningkatkan kemampuan sosial sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan merasa dimanusiakan seperti orang lain yang tidak berkebutuhan khusus. Lebih jauh untuk anak atau siswa yang tidak berkebutuhan khusus juga akan meningkatkan empati dan rasa toleransi mereka terhadap teman-temannya yang berkebutuhan khusus, sehingga akan meningkatkan rasa bersyukur mereka kepada Tuhan atas nikmat yang telah mereka terima dengan fisik atau kondisi yang sempurna .

Seperti di sebutkan dalam Al-Qur’an Surat 95 : At-Tiin : Laqad khalaqnaa insaana fii ahsani taqwiim. ( Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, QS.95:4).
Jadi, tidak ada yang beranggapan lagi bahwa sekolah reguler adalah sekolah untuk anak-anak normal saja dan tidak untuk yang tidak normal. Kita semua harus mengubah pandangan bahwa semua anak tanpa terkecuali berhak mendapatkan haknya untuk belajar dan tidak pantas menyebutnya anak normal dan tidak normal. Sedangkan yang ada anak yang rata-rata atau standar dan anak berkebutuhan khusus atau disabilitas.

Demi mendukung program pemerintah tersebut maka mulai diadakan pelatihan-pelatihan atau workshop bagi semua guru mata pelajaran, guru BK, Kepala Sekolah dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA tentang penanganan dini anak berkebutuhan khusus atau anak penyandang disabilitas. Pihak sekolah dapat membantu menangani dan menerima, welcome to school bagi ABK. Selanjutnya di setiap sekolah inklusi atau sekolah yang ada anak ABK akan dibantu seorang guru pendamping atau guru yang memiliki latar belakang pendidikan khusus atau pendidikan luar biasa (Sarjana S1 lulusan PLB). Tujuannya untuk membantu menangani langsung anak-anak berkebutuhan khusus dan bekerja sama dengan guru BK atau guru mata pelajaran di sekolah.

Selain itu juga sarana dan prasarana sekolah yang mendukung, misalnya alat bantu braile untuk anak tuna netra, kursi roda untuk anak tuna daksa. Pembuatan tangga jalan untuk memudahkan bagi anak yang disabilitas yang kontruksinya berbeda dengan bangunan biasa yang untuk anak biasa dan lain-lain sarana yang mendukung untuk membantu anak berkebutuhan khusus tersebut.

Pengetahuan dan wawasan untuk masyarakat dan orang tua juga sangat diperlukan. Sebab, masih ada sebagian masyarakat atau orangtua yang belum bisa menerima kondisi ABK. Mereka menganggap anak tersebut adalah anak tidak normal, anak pembawa sial, anak yang tidak diharapkan, anak yang merepotkan, membuat malu keluarga dan lain sebagainya.

Sungguh sangat miris mendengarnya, padahal justru anak-anak seperti inilah yang sangat memerlukan perhatian khusus bagi orang-orang di sekitarnya, Mereka juga manusia biasa yang memiliki kelebihan juga kekurangan, Misalnya anak penyandang tuna netra, dia memang tidak bisa melihat, tapi dia memiliki ketajaman dalam berfikir, instuisi dan ketajaman dalam rasa, perasaannya dominan. Begitu pula dengan anak berkebutuhan khusus lainnya, merekapun bisa berkembang dengan baik apabila di latih terus menerus dan dapat berprestasi melebihi anak yang biasa bukan ABK.

Program pemerintah tentang pendidikan inklusi tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan dari berbagai pihak. Sebab, sekecil apapun bantuan yang kita berikan kepada mereka (ABK) akan menjadikan anak-anak ini menjadi manusia yang luar biasa, menjadi manusia yang berarti dalam hidupnya. Marilah bersama mewujudkan sekolah yang 'Welcome to school', ramah serta mau menerima siswa apa adanya.

Sumber: tribunnews.com Banjarmasin Post

Kota Barcelona dan Fira Barcelona mengundang APEKSI untuk menghadiri Smart City Expo World Congress ke-9 yang akan berlangsung tanggal 19-21 November 2019 di Kota Barcelona, Spanyol.

Kota adalah pendorong inovasi, pertumbuhan ekonomi, kemakmuran dan kesejahteraan sosial. Tantangan dunia global sangat besar. Dalam menghadapinya, dibutuhkan pendekatan holistik dan trans-disipliner yang memungkinkan untuk memahami peran kepemimpinan kota dan banyaknya sistem yang saling berinteraksi, baik teknis, finansial atau sosial.

Smart City Expo World Congress dimulai pada tahun 2011 dengan visi mengkatalisasi inisiatif cerdas menjadi kota yang berkelanjutan dan berkembang. Delapan tahun kemudian, kegiatan ini disambut sebagai acara terkemuka di dunia untuk kota-kota. Pada setiap bulan November acara ini menyambut para pemangku kepentingan perkotaan tingkat tertinggi: pemerintah, organisasi internasional, perusahaan, wirausahawan, pemula, peneliti dan inisiatif warga.

Kota Barcelona siap menyambut lebih dari 21.300 pengunjung profesional dan lebih dari 844 peserta pameran, bersama dengan perwakilan tingkat tinggi dari lebih dari 700 kota dari 146 negara, yang banyak di antaranya akan memamerkan proyek mereka di salah satu 60 paviliun dari kota dan negara. Diharapkan sebagai kongres yang paling menggairahkan dan produktif hingga saat ini, yang menghadirkan lebih dari 400 pakar dan pemikir terkemuka internasional selama acara 3 hari.

Pada Kongres ini, we dare to keep on dreaming of a smart urban revolution/berani terus memimpikan kota pintar yang revolusi di mana solusi iklim inovatif berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, kota-kota tangguh yang berkembang dalam tantangan dunia, kota-kota di mana transportasi hidup berdampingan dengan opsi mobilitas baru, yang menangani masalah keamanan dan privasi dan kota inklusif di mana kolaborasi menjadi fokus utama membangun masa depan yang lebih baik.

Tetap berkomitmen untuk membangun komunitas urban di mana kota-kota bertemu kota-kota lain, menyatukan pengetahuan mereka dan menemukan solusi terdepan dan tempat perusahaan berbisnis. Tempat untuk berbagi penelitian dan best practices/praktik terbaik, untuk menjalin kemitraan strategis dan mempromosikan pemikiran out-of-the-box dan pada akhirnya, platform jaringan luar biasa untuk menghubungkan orang-orang yang bekerja di dalam dan dengan kota-kota di seluruh dunia yang menghadapi tantangan serupa dan menghasilkan peluang untuk aksi.

APEKSI menjalin kerjasama dengan Fira Barcelona selaku penyelenggara dan Atase Perdagangan Kedutaan Besar Spanyol untuk Indonesia berharap anggota APEKSI dapat mengikuti kegiatan yang penting ini dan dapat memberikan informasi kehadirannya segera untuk mendapatkan harga tiket khusus dalam kongres dan expo.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Devy Munir (Manajer Komunikasi dan Informasi) di nomor HP +62 81223234980 atau email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Undangan atau dokumen pendukung lainnya dapat diunduh/download di Library atau apeksi.xyz/scewc2019.


 



 

black shapes

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi 2018

Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile in English | Presentasi Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile Presentation in English

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan - Setiabudi
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


 
 

  
 
apeksipeta

Mitra | Partners

yipdbnnbpomposindonesiacimgizicleiicmamercycorps indonesiauclg-ascpaunescounisdrworldbanku pertaminatauiktiiantheusinmarkcommcitiasia

 

© 2000-2019 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities