Berita & Artikel | News & Articles
Saturday September 21, 2019

menuju kota inklusif

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh akan memperkuat sistem pendidikan inklusif bagi murid di semua jenjang pendidikan sebagai bentuk realisasi Peraturan Gubernur Nomor 92 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Aceh. Para guru dan lembaga pendidikan juga terus didukung untuk memperkuat sistem pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh dengan menggelar seminar dan worksop pendidikan inklusif yang digelar oleh Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (25/6). Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM dan dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Darwati A Gani.

Darwati A Gani yang diwawancarai awak media usai pembukaan kegiatan itu memastikan, bahwa Aceh terus berupaya memperkuat sistem pendidikan inklusif di Aceh, tujuannya agar anak-anak berkubutuhan khusus bisa berbaur dengan anak-anak normal tanpa ada perbedaan. “Maksud pendidikan inklusif adalah pendidikan yang tidak membedakan antara anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak yang normal, karena mereka juga akan hidup di lingkungan normal,” katanya.

Selama ini, kata Darwati, sistem pendidikan inklusif sudah ada di Aceh, hanya saja belum maksimal. Oleh karena itu, Pergub terkait pendidikan inklusif akan menjadi dasar bagi guru dan lembaga pendidikan untuk terus menguatkan pendidikan inklusif. “Selama ini masih berjalan sendiri-sendiri, kalau ada anak berkebutuhan khusus sekolah di sekolah normal, mereka sedikit tersisih mungkn ya,” kata Darwati.

Karena itu, seminar tentang pendidikan inklusif yang digelar kemarin, diharapkan menjadi pengayaan bagi pendidikan dan lembaga pendidikan untuk menguatkan pendidikan inklusif di Aceh. “Kita berharap ada materi-materi yang bisa kita terapkan Aceh. Yang hadir dalam seminar ini guru-guru, orang tua anak yang berkebutuhan khusu dan perwakilan dinas pendidikan,” kata Darwati.

Sementara itu, Sekda Aceh, Dermawan MM saat membuka seminar itu mengatakan, Pemerintah Aceh menjadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan dan masuk sebagai salah satu dari 15 program prioritas. Pemerintah Aceh bahkan mengalokasikan lebih 20 persen APBA ditambah dengan otsus.

“Saya berani mengatakan, untuk urusan pendidikan Pemerintah Aceh telah menyediakan anggaran yang sangat memadai. Yang dibutuhkan adalah bagaimana memanfaatkan anggaran itu secara efektif,” kata Dermawan.

Sekda mengatakan, pendidikan bagi anak berkeinginan khusus juga menjadi salah satu prioritas. Penerapan sistem sekolah inklusif bahkan sudah dijalankan di Aceh sejak 2012 lalu. Hanya saja, harus diakui bahwa cara pengajaran dan penerapan kurikulum bagi mereka belum maksimal.

“Karena itu kita perlu mencari terobosan baru guna mengembangkan sistem pengajaran terbaik bagi anak kebutuhan khusus ini dalam sekolah inklusif,” kata Sekda Dermawan.

Sumber: serambinews.com

black shapes

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi 2018

Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile in English | Presentasi Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile Presentation in English

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan - Setiabudi
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


 
 

  
 
apeksipeta

Mitra | Partners

yipdbnnbpomposindonesiacimgizicleiicmamercycorps indonesiauclg-ascpaunescounisdrworldbanku pertaminatauiktiiantheusinmarkcommcitiasia

 

© 2000-2019 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities