Berita & Artikel | News & Articles
Sunday November 17, 2019

menuju kota inklusif

Bandung - Puluhan penyandang disabilitas mengikuti pelatihan jurnalistik, di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna, Kota Bandung, Sabtu (17/2/2018). Pelatihan jurnalistik ini diharapkan bisa menambah kemampuan dari para penyandang disabilitas.

Puluhan penyandang disabilitas mulai dari tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa dan tuna netra terlihat serius memerhatikan setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber. Satu orang penerjemah bahasa isyarat ikut membantu narasumber dalam menyampaikan materinya.

Sehingga, materi yang disampaikan bisa diterima oleh peserta yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Mereka nampak begitu antusias dalam mengikuti setia sesi pelatihan jurnalistik tersebut. Mulai dari pelatihan memotret, membuat video hingga membuat artikel tulisan.

Humas PSBN Wyataguna Bandung Suhendar menjelaskan kegiatan pelatihan Jurnalistik ini diinisiasi oleh Ikatan Alumni Wyata Guna (IAWG). Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan merangsang ketertarikan penyandang disabitas terhadap dunia jurnalistik.

"Melalui pelatihan ini kita beri satu stimulus untuk merangsang mereka. Karena kita tidak tahu bakat teman-teman disabilitas. Apa mereka ingin coba atau mungkin punya potensi kita gali hari ini (melalui pelatihan jurnalistik)," kata saat ditemui disela-sela acara.

Dia menuturkan, ada 25 orang penyandang disabilitas mengikuti pelatihan ini. Mulai dari penyandang disabilitas netra, tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa. Dengan keterbatasan tersebut, dia yakin, ada potensi yang tersimpan di diri penyandang disabilitas.

"Ini ada 25 peserta. Terdiri dari tiga kategori tuna daksa, netta dan rungu wicara. Dengan spesifikasi bisa jadi tuna netra jadi penulis, tuna rungu itu bisa jadi foto dan tuna daksa bisa jadi editor," ujar Suhendar.

Selain menggelar pelatihan jurnalistik, para penyandang disabilitas ini juga telah menyiapkan sebuah website atau situs berita online. Website tersebut diharapkan bisa menjadi jembatan informasi antara penyandang disabilitas dengan orang normal pada umumnya.

Ahmad Yuda (30) pembuat website kabardifabel.com mengatakan awal dibuatnya website ini berawal dari sebuah kegelisahan. Dia bersama teman-teman difabel lainnya ingin memberi informasi mengenai isu-isu disabilitas secara menyeluruh.

"Maka kita berinisiatif web berita online kabardifabel.com. Biar beritanya seimbang," kata Yuda.

Melalui website ini dia Yuda berharap berbagai potensi penyandang disabilitas bisa lebih terangkat. Selain itu diharapkan juga teman-teman non disabilitas bisa lebih memahami apa saja yang dibutuhkan oleh penyandang disabilita4.

"Jadi non disabilitas enggak lagi bingung menghadapi disablitas. Saya ingin teman-teman bisa lebih terbuka dan mengetahui caranya menangani disabilitas," ujarnya.

Yuda menambahkan, website buatannya itu masih sangat baru. Dia buat pada awal Januari lalu dibantu beberapa temannya. Saat ini baru sekitar enam belas artikel yang menghiasi website tersebut.

"Nanti saya ingin merekrut banyak lagi teman-teman disabilitas untuk mengisi web ini," tandasnya.

Sumber: detik.com

JAKARTA. Hari ini diselenggarakan Pertemuan Kedua Kelompok Kerja Menuju Kota Inklusif yang merupakan kolaborasi antara UNESCO Jakarta dan APEKSI di Hotel Le Meridien Jakarta.

Kegiatan diawali dengan sambutan-sambutan, antara lain: Irakli Khodeli (UNESCO Jakarta), Arief Rachman (Ketua Harian untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan Sri Indah Wibinastiti (APEKSI).

pertemuan 2 pokja kota inklusif

Dilanjutkan dengan paparan dari Alexander Hauschild (UNESCO) mengenai Penilaian untuk Kota Inklusif, Budiono Subambang (Direktorat Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara - Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan - Kementerian Dalam Negeri) mengenai Peran Pemerintah Daerah Dalam Mengembangkan Kota Yang Inklusif dan Maulani Rotinsulu (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) mengenai Komisi Nasional Disabilitas.

pertemuan 2 pokja kota inklusif 2

Dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Yogyakarta, Hoeru Poerwadi dipilih sebagai Ketua Kelompok Kerja Menuju Kota Inklusif APEKSI. Berikut Susunan Pengurus Kelompok Kerja Menuju Kota Inklusif APEKSI, Ketua: Heroe Poerwadi (Wakil Walikota Yogyakarta), Wakil Ketua: Jose Rizal (Kota Padang), Sekretaris: Ria Andari (Kota Metro) dan Bendahara: Edy Muhammad (Kepala Bappeda Kota Yogyakarta) serta Anggota: Mertajaya (Kota Denpasar), Ryan Utama (Kota Banjarmasin), Nila Herawati (Banda Aceh), Steven Dominggus (Kota Ambon) dan Gede Arya Wiryana (Kota Mojokerto). Hadir perwakilan dari International Labour Organization (ILO), Tendy Gunawan. Hasil pertemuan ini berupa Rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat dan pada bulan Oktober rencananya akan digelar Pertemuan Tingkat Tinggi Kota Inklusif.


Dokumen terkail kegiatan ini dapat diunduh/download di Library.

JAKARTA. Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Menuju Kota Inklusif berlangsung hari ini di Le Meridien Jakarta.

Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Jogjakarta selaku Ketua Pokja memimpin rapat dengan agenda membahas isu-isu penting, antara lain:

  1. Program Pokja Menuju Kota Inklusif Tahun 2018
  2. Masukan pelaksanaan Program Menuju Kota Inklusif termasuk peluang kerjasama dengan lembaga-lembaga lain

rapat pokja kota inklusif 01112017

Kegiatan ini dihadiri seluruh anggota Pokja lainnya dari Kota Padang, Kota Metro, Kota Denpasar, Kota Banjarmasin, Kota Banda Aceh, Kota Ambon dan Kota Mojokerto dan perwakilan dari ILO, Tendy Gunawan.

 

 

pokja inklusif 2

Pertemuan Kedua Kelompok Kerja APEKSI untuk Kota Inklusif akan diadakan di Hotel Le Meridien Jakarta, Indonesia, pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 2017. Pertemuan tersebut disusun berdasarkan hasil Rapat Konsultasi Pertama untuk Pembentukan Kelompok Kerja untuk Kota-Kota Inklusif.

Tujuan rapat adalah sebagai berikut:

  1. Memperkenalkan alat penilaian untuk Kota Inklusif;
  2. Mendiskusikan dan menyelesaikan rencana kerja Kelompok Kerja Menuju Kota Inklusif APEKSI;
  3. Membahas isi situs Kota Inklusif APEKSI;
  4. Mengamati kemungkinan menghubungkan program pemerintah pusat dan daerah dengan penyandang cacat

 

 

JAKARTA. Hari ini APEKSI berkolaborasi dengan UNESCO, ILO dan WHO menyelenggarakan Seminar Tingkat Tinggi untuk Kota-Kota Inklusif di Hotel Le Meridien Jakarta.

Kegiatan diawali dengan sambutan: Airin Rachmi Diany - Ketua Dewan Pengurus, Anita Nirody - Koordinator PBB untuk Indonesia, Bambang Brodjonegoro - Menteri PPN/Ketua Bappenas sekaligus membuka seminar tingkat tinggi ini.

Dilanjutkan dengan Penandatanganan Piagam Jaringan Walikota Indonesia Menuju Kota Inklusif yang terdiri dari Kota Padang, Kota Banjarmasi, Kota Mojokerto, Kota Ambon, Kota Bengkulu, Kota Surakarta, Kota Kupang, Kota Jambi, Kota Jakarta Pusat, Kota Banda Aceh, Kota Jogjakarta, Kota Denpasar dan Kota Tangerang Selatan.

seminar tingkat tinggi kota inklusif

laurel kendari

DPRD Kota Kupang, asal Fraksi Golkar, Viktor Halengki Haning mendapat kunjungan istimewah dari Depertemen Kesehatan Lingkungan Pemerintah Kota Denver Colorado U.S.A.

“Kedatangan Laurel Delmonico yang bekerja di Depertemen Kesehatan Lingkungan Pemerintah dari Kota Denver Colorado U.S.A, untuk menemui saya dengan kapasitas sebagai legislatif ini, dalam rangka membicarakan soal kondisi disabilitas di Kota Kupang, karena saya dinilai oleh mereka salah satu legislatif yang ikut berjuang soal keberadaan tentang penyandang disatabalitas di kota ini,” kata Viktor Haning pada sela-sela pertemuan bersama mereka di Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (25/8).

Menurut Viktor, kedatangan mereka ini, banyak hal yang dibicarakan yakni salah satunya tentang keadaan akan perhatian pemerintah Kota Denver terhadap kaum disatabilitas di kota tersebut.

“Dalam pertemuan bersama saya mereka juga menanyakan tentang kondisi pemerintah daerah terhadap penyandang disitabilitas, dan saya menjawab saat ini Kota Kupang sementara berlahan sementara menata,” kata Viktor.

Menata yang dimasud, lanjut Viktor bahwa, saat ink sementara melakukan pendataan secara baik, dan penataaan organisasi disabilitas yang baik secara regulasi serta dilakukan dengan keadaan di masyarakat agar tidak diskriminasi terhadap kaum disabilitas.Serta pendanaan pemerintah daerah tethadap kaum disabilitas.

“Pada kesempatan itu, mereka juga sempat mempertanyakan kondisi saya hingga bisa maju dan duduk di kursi legislatif, dan juga kondisi di partai,” kata Viktor.

Oleh karena itu, Viktor berharap dengan kunjungan ini sebagai suatu daya dorong bagi pemerintah baik tingkat Kota Kupang maupun provinsi, guna bisa dapat percepat membuat Perda ketenagaan kerja bagi kaum disabilitas.

Selain itu juga, tambah Viktor dapat membuka peluang komunikasi dalam memperjuangkan kaum disabilitas.

“Kami berharap dengan ada kunjungan ini membuka akses akan perjuangan dalam memenuhi akan hak disabilitas, melalui pemerintah daerah maupun pusat kedepan,” kata Viktor.

Sumber: metronews.me

 

 

Kota Barcelona dan Fira Barcelona mengundang APEKSI untuk menghadiri Smart City Expo World Congress ke-9 yang akan berlangsung tanggal 19-21 November 2019 di Kota Barcelona, Spanyol.

Kota adalah pendorong inovasi, pertumbuhan ekonomi, kemakmuran dan kesejahteraan sosial. Tantangan dunia global sangat besar. Dalam menghadapinya, dibutuhkan pendekatan holistik dan trans-disipliner yang memungkinkan untuk memahami peran kepemimpinan kota dan banyaknya sistem yang saling berinteraksi, baik teknis, finansial atau sosial.

Smart City Expo World Congress dimulai pada tahun 2011 dengan visi mengkatalisasi inisiatif cerdas menjadi kota yang berkelanjutan dan berkembang. Delapan tahun kemudian, kegiatan ini disambut sebagai acara terkemuka di dunia untuk kota-kota. Pada setiap bulan November acara ini menyambut para pemangku kepentingan perkotaan tingkat tertinggi: pemerintah, organisasi internasional, perusahaan, wirausahawan, pemula, peneliti dan inisiatif warga.

Kota Barcelona siap menyambut lebih dari 21.300 pengunjung profesional dan lebih dari 844 peserta pameran, bersama dengan perwakilan tingkat tinggi dari lebih dari 700 kota dari 146 negara, yang banyak di antaranya akan memamerkan proyek mereka di salah satu 60 paviliun dari kota dan negara. Diharapkan sebagai kongres yang paling menggairahkan dan produktif hingga saat ini, yang menghadirkan lebih dari 400 pakar dan pemikir terkemuka internasional selama acara 3 hari.

 

 

Pada Kongres ini, we dare to keep on dreaming of a smart urban revolution/berani terus memimpikan kota pintar yang revolusi di mana solusi iklim inovatif berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, kota-kota tangguh yang berkembang dalam tantangan dunia, kota-kota di mana transportasi hidup berdampingan dengan opsi mobilitas baru, yang menangani masalah keamanan dan privasi dan kota inklusif di mana kolaborasi menjadi fokus utama membangun masa depan yang lebih baik.

Tetap berkomitmen untuk membangun komunitas urban di mana kota-kota bertemu kota-kota lain, menyatukan pengetahuan mereka dan menemukan solusi terdepan dan tempat perusahaan berbisnis. Tempat untuk berbagi penelitian dan best practices/praktik terbaik, untuk menjalin kemitraan strategis dan mempromosikan pemikiran out-of-the-box dan pada akhirnya, platform jaringan luar biasa untuk menghubungkan orang-orang yang bekerja di dalam dan dengan kota-kota di seluruh dunia yang menghadapi tantangan serupa dan menghasilkan peluang untuk aksi.

APEKSI menjalin kerjasama dengan Fira Barcelona selaku penyelenggara dan Atase Perdagangan Kedutaan Besar Spanyol untuk Indonesia berharap anggota APEKSI dapat mengikuti kegiatan yang penting ini dan dapat memberikan informasi kehadirannya segera untuk mendapatkan harga tiket khusus dalam kongres dan expo.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Devy Munir (Manajer Komunikasi dan Informasi) di nomor HP +62 81223234980 atau email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Undangan atau dokumen pendukung lainnya dapat diunduh/download di Library atau apeksi.xyz/scewc2019.


 



 

black shapes

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi 2018

Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile in English | Presentasi Profil dalam Bahasa Indonesia - Profile Presentation in English

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan - Setiabudi
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


 
 

  
 
apeksipeta

Mitra | Partners

yipdbnnbpomposindonesiacimgizicleiicmamercycorps indonesiauclg-ascpaunescounisdrworldbanku pertaminatauiktiiantheusinmarkcommcitiasia

 

© 2000-2019 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities